Spot Foto Paling Instagramable Di Dunia : Ada Di Kepala Anda!

Jika Anda gemar berselancar di dunia maya, via internet tentunya, Anda akan banyak sekali menemukan tulisan-tulisan dengan judul “Spot Foto Paling Instagramable” atau “Tempat Foto Paling Instagramable“, atau banyak lagi yang sejenis itu.

Semua menonjolkan pada kata yang berkaitan dengan salah satu media sosial yang didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, Instagram. Seakan-akan kalau seseorang pergi ke lokasi tersebut foto-foto yang dihasilkan layak di-share di medsos itu.

Lucu juga sebenarnya.

Lebih lucu lagi, ternyata banyak sekali orang yang membacanya dengan serius dan percaya tentang hal itu. Tidak sedikit orang yang terpengaruh dan kemudian memutuskan untuk pergi kesana untuk mendapatkan foto yang instagramable.

Kemudian, biasanya mereka akan dengan bangga memamerkan foto-fotonya, bukan hanya di Instagram sebenarnya, tetapi juga Facebook, Twitter, Travel Blog, dan semua media sosial.

lensa kit 18-55 Tidak Seremeh Yang Banyak Orang Duga A

Padahal sebenarnya, kalau dipikirkan lebih dalam, kata “instagramable” sendiri lebih sekedar usaha si penulis untuk menarik orang saja. Semacam clickbait (pengundang klik) dan tujuannya jelas, tidak beda dengan tukang kecap yang selalu bilang kecapnya nomor satu.

Tidak benar-benar instagramable.

Kok bisa begitu?

Alasannya :

Instagram Hanyalah Media Sosial

Kenyataannya demikian. Instagram hanyalah satu dari beberapa “ruang publik” di dunia maya dimana orang bisa berinteraksi dalam bentuk media visual, foto. Mereka tidak memiliki batasan mana yang “layak” dan “pantas” diposting atau tidak, selain aturan umum penggunaan sosmed itu saja.

Padahal, akhiran “-able” pada kata Instagramable dalam bahasa Inggris bermakna “pantas” dan “layak”. Jadi, tidak mungkin sebuah foto disebut layak atau tidak kalau aturan atau batasannya saja tidak ada.

Foto Yang Indah Itu Tidak Tergantung Tempat

Jika Anda berpandangan kalau foto-foto yang indah dan mengundang banyak “LIKE” di Instagram adalah foto yang dibuat di lokasi khusus, sebaiknya periksakan kembali otak Anda.

Banyak sekali foto yang mengundang perhatian di media sosial itu, justru dibuat di lokasi-lokasi biasa. Tidak jarang hanya di jalanan, atau bahkan di rumah sendiri. Tidak butuh pergi ke lokasi tertentu.

Sebagai media sosial yang mengandalkan pada foto sharing, Instagram manut pada prinsip dasar fotografi, bahwa foto yang bagus itu tergantung dari fotografernya. Bukan lokasinya. Seorang fotografer yang kreatif dan handal, bahkan dengan lokasi di pinggir comberan pun, ia akan bisa membuat ribuan jempol segera menekan tombol ikon “hati” di Instagram.

Sebaliknya, seorang biasa yang tidak tahu cara dan teknis memotret, mau pergi ke lokasi yang disarankan puluhan kali sekalipun, tetap saja tidak akan bisa mendapatkan perhatian.

Kata siapa kamera smartphone tidak bisa menghasilkan foto yang bagus A1

Instagramable Kata Yang Relatif

Pernah lihat foto tidak jelas fokusnya, blur, dan sebenarnya tidak enak dilihat di Instagram? Saya sering. Belakangan banyak yang menggunakan medsos yang dibeli Facebook seharga 1 Milyar Dollar ini untuk sekedar memamerkan foto selfie saja. Ajang mengeksiskan diri. Padahal, fotonya boro-boro enak dilihat (setidaknya oleh saya).

Belum lagi foto-foto orang jualan, baju, daging, tas, dan sebagainya yang kerap hanya asal jepret saja.

Tetapi, apa yang dilakukan mereka tidak salah. Pemosting memandang apa yang dishare mereka sebagai Instagramable. Layak dan pantas untuk dibagikan kepada publik. Kalau mereka menganggap tidak layak, mereka tidak akan menekan tombol share, iya kan?

Jadi, sama sekali tidak salah. Masalah indah, keindahan, layak atau tidak layak, kerap bersifat relatif. Selam tidak melanggar norma umum, ya pantas-pantas saja. Instagramable.

Iya nggak?

Jadi, kalau Anda kebetulan sedang mencari lokasi yang enak untuk membuat foto, dan kemudian menemukan tulisan-tulisan dengan kata-kata bombastis Instagramable, tidak perlu terburu nafsu. Baca saja. Serap informasi yang disampaikan, tetapi abaikan kata tersebut. Pandanglah, apa yang tertulis hanya opini atau pandangan pribadi penulis saja.

Kata itu hanyalah usaha bombastis agar Anda mau membaca tulisannya saja. Tidak merepresentasikan realitas yang ada.

Kenyataan yang ada adalah tempat atau spot foto paling instagramable di dunia, adanya di kepala Anda. Ide, kreatifitas, skill, dan selera keindahan Anda lah yang paling tahu tentang hal itu. Tidak ada yang bisa memastikan, kecuali Anda sendiri.

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post