Peluang Menghasilkan Uang Lewat Fotografi

Menghasilkan uang lewat fotografi? Kenapa tidak. Memang kebanyakan dari kita menekuninnya karena suka. Hobi istilahnya. Sesuatu yang dilakukan untuk memberikan kesenangan kepada diri sendiri.

Tetapi, sama dengan banyak hal lain di dunia ini, fotografi pun bisa dijadikan bisnis dan menjadi ladang untuk mendapatkan uang. Prinsip utama bisnis adalah segala sesuatu bisa dijadikan bisnis dan memproduksi uang , asalkan orangnya kreatif, mau berpikir, tidak henti berusaha. Hal itu juga berlaku bagi fotografi. Ingat “segala sesuatu”.

Jangankan fotografi. Kotoran manusia dan binatang saja bisa dirubah menjadi rupiah. Iya kan? Di zaman sekarang apa sih yang tidak mungkin menghasilkan uang.

Lagipula, hobi yang juga bisa membuat rekening tambah gendut akan terasa lebih menyenangkan. Kesenangannya menjadi berlipat. Sudah memotretnya saja menghasilkan kegembiraan, kalau ditambah dengan lembaran rupiah yang mempertebal isi dompet, kenapa tidak?

Yang perlu hanyalah melihat peluang. Dalam hal ini berarti menemukan “pasar” apa yang tersedia untuk memanfaatkan skill dan kemampuan memotret yang biasa dimiliki oleh kalangan penggila fotografi, alias fotografer.

Adakah peluang itu? Banyak dan mungkin bisa tidak terhingga kalau orangnya kreatif. Setidaknya beberapa peluang menghasilkan uang lewat fotografi bisa dilihat di bawah ini.

Peluang Menghasilkan Uang Lewat Fotografi

Sekali lagi, pemanfaatan fotografi sebagai alat penghasil uang akan banyak tergantung pada kreatifitas masing-masing individu. Apa yang tertulis di bawah ini hanyalah pandangan dan opini saja. Bisa dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Pada dasarnya peluang menghasilkan uang lewat fotografi bisa dibagi dalam tiga kategori, yaitu :

  • Menjual Jasa
  • Menjual Produk
  • Lain-lain

Peluang paling banyak ada pada kategori menjual jasa. Hal ini lumrah karena sisi bisnis fotografi berkaitan dengan penggunaan skill atau kemampuan. Jadi, disanalah ada peluang terbanyak untuk bisa merubahnya menjadi duit.

Kategori Menjual Jasa

1) Jasa Prewedding/Wedding

Setiap manusia pada akhirnya akan menikah dan sudah biasa mereka akan menginginkan pernikahan mereka menjadi sesuatu yang istimewa dan layak dikenang. Tidak ada yang tidak menginginkan hal itu karena pernikahan diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup (kecuali yang sejak awal berniat poligami)

Dan, naluri manusia ini menghadirkan kebutuhan akan orang yang mampu mengabadikan momen-monen itu dalam rekaman gambar/video yang akan selalu mengingatkan pada kebahagiaan saat menikah.

Disanalah terbuka kesempatan bagi para penggelut dunia fotografi bisa menukar skill dan waktunya dengan uang.

Pasarnya luas dan tidak akan pernah berhenti selama manusia masih butuh menikah. Bahkan, memfokuskan diri pada segmen yang ini saja sudah akan bisa menghasilkan uang dalam jumlah lumayan.

2) Jasa non prewedding/Wediing

Ulang tahun, berangkat haji, kelahiran adalah juga momen-monen yang ingin selalu dikenang manusia. Lagi-lagi, menyediakan jasa untuk memotret event-event seperti ini menghadirkan pasar yang juga tidak terhingga banyaknya bagi seseorang yang memiliki kemampuan memotret yang baik.

Pasarnya juga tidak akan surut selama manusia masih suka memory-memory indah terekam secara visual.

Peluang Menghasilkan Uang Lewat Fotografi B

3) Menjadi Wartawan/Juru Foto

Lah! Menjadi karyawan dong?

Iya, tetapi kenapa tidak? Bukankah menjadi karyawan juga digaji? Berarti menghasilkan uang kan?

Bila intinya untuk mendapatkan uang, menjadi wartawan foto atau juru foto yang bekerja pada sebuah media sekalipun seharusnya tidak masalah. Uang akan didapat secara rutin setiap bulannya.

Sama saja kan? Yang penting uang.

4) Menjadi Asisten Fotografer

Ini juga masuk dalam kategori bekerja pada orang lain, karyawan buruh, atau apapun istilahnya. Tetapi, bagi mereka yang butuh uang sambil ingin tetap belajar fotografi, menjadi asisten fotografer, apalagi yang sudah terkenal akan memberikan keuntungan dobel. Uang didapat, pengetahuan dan pengalaman juga.

Lalu, kenapa tidak?

5) Menjadi Pengajar Fotografi/Membuka Kursus

Fotografi semakin berkembang dan semakin diminati kalangan umum. Hal ini berkaitan dengan semakin mudah dan murahnya untuk mendapatkan kamera (dalam bentuk apapun). Kondisi seperti ini mendorong keingintahuan masyarakat untuk tahu cara memotret dengan benar.

Dan, tidak semua orang punya kemampuan itu.

Seorang fotografer bisa memanfaatkan kebutuhan masyarakat ini untuk menjual jasa, atau tepatnya pengetahuan. Ia bisa mengajarkan berbagai teknik dan hal lain berkaitan dengan cara menghasilkan foto yang enak dilihat.

Kursus, workshop adalah jenis-jenis usaha menghasilkan uang lewat fotografi yang masih kurang peminatnya. Padahal pangsa pasarnya lumayan luas. Salah satu fotografer yang melakukan hal ini adalah Eric Kim, seorang fotografer jalanan yang mendapatkan penghasilan salah satunya dari menyediakan workshop fotografi jalanan. Ia melakukannya di banyak negara dan bisa berkeliling dunia karena itu.

Jadi, kenapa tidak?

6) Mendirikan Studio Foto

Pas foto memang sudah berkurang permintaannya, tetapi foto keluarga masih kerap dibutuhkan oleh banyak orang. Belum lagi kalau ditambah dengan menyediakan jasa wedding dan prewedding.

Peluang mendapatkan uang dari sebuah studio foto masih sangat besar.

Kategori Menjual Produk

Di zaman digital seperti sekarang, banyak orang beranggapan bahwa peluang menjual produk foto sangatlah sulit dilakukan.

Sebenarnya tidak demikian. Pembelian produk fotografi dalam bentuk foto masih diminati banyak kalangan, baik bagi mereka yang bergelut di media atau bukan. Kebutuhan foto justru meningkat, apalagi dengan kehadiran internet.

Cuma, memang diperluka pengetahuan tambahan tentang bagaimana caranya.

Cara menghasilkan uang lewat fotografi dalam kategori ini, contohnya sebagai berikut ;

1) Stok Foto

Banyak sekali perusahaan, baik besar atau kecil, baru berdiri atau sudah lama yang memerlukan foto baik untuk bahan promosi atau untuk keperluan website mereka.

Dan, biasanya mereka mencari ke berbagai website yang menyediakan stok foto. Mereka akan memilih foto yang cocok untuk tujuan mereka dan bersedia membayar untuk itu. Jumlahnya tidak besar per foto tetapi karena pasarnya sangat luas dan bisa menjangkau seluruh dunia, angka itu bisa membesar.

Contoh salah satu website penyedia stok foto adalah Shutterstock.

2) Menjual Foto ke Media

Loh! Perusahaan media tidak selalu bisa mengirimkan wartawan atau juru fotonya ke sebuah momen atau peristiwa. Padahal, kebutuhan mereka akan rekaman momen-momen tadi tetap ada untuk pelengkap bahan beritanya.

Jadi, bagaimana mereka bisa mendapatkannya? ya membeli. Salah satu tempat media membeli foto yang amat terkenal adalah Getty Images, yang harga fotonya teramat sangat mahal.

Dengan syarat, hasil fotonya berkualitas bagus dan sesuai dengan peristiwa yang baru terjadi. Ada loh fotografer Indonesia yang fotonya dijual di Getty Images.

Fotografi Jalanan Mengajarkan Bersyukur - Tukang Becak Menunggu Penumpang

Kategori Lain-Lain

1) Ikut Lomba/Kontes Foto

Belakangan ini untuk memancing minat masyarakat untuk terlibat, atau sebagai bagian dari promosi, banyak perusahaan mengadakan lomba atau kontes foto. Hadiahnya terkadang membuat air liur bercucuran karena besar.

Kalau memang cukup yakin dengan kemampuan diri dalam hal memotret, kenapa tidak? Walau tidak bisa memberikan pemasukan secara rutin, sekali menang lomba, lumayan juga untuk membeli kamera baru.

2) Menjadi Blogger

Lah? Tulisan yang Anda sedang baca ini adalah karya seorang blogger penggemar fotografi. Dan, yang menulis ini sudah merasakan penghasilan rutin dari mengelola blog-blognya dari iklan.

Penghasilan = uang kan?

Memiliki blog bisa membuat seorang fotografer menghasilkan uang dengan cara tidak langsung. Ia bisa mengajarkan orang lain cara memotret, kemudian memamerkan foto-foto hasil karyanya. Semua secara cuma-cuma karena siapapun bebas mendapatkannya.

Penghasilannya didapat dari pemasangan iklan di blognya. Dan, hasilnya lumayan sekali. Komputer yang dipakai ngetik ini, kamera yang dipergunakan untuk menghasilkan foto, berasal dari pemasukan iklan dari mengelola blog.

Lumayan ternyata. Jadi, kenapa tidak?

foto warga tionghoa menonton acar cap go meh

Itulah sebagian kecil dari peluang menghasilkan uang lewat fotografi, setidaknya yang bisa saya pikirkan. Masih banyak lagi? Dunia bisnis adalah dunia yang sangat luas dan tak terbatas. Selama masih ada orang-orang kreatif di dunia ini, maka daftar peluangnya akan terus bertambah dan berkembang.

Jadi, jangan batasi diri dengan apa yang tertulis di atas saja. Pikirkan sendiri bagaimana merubah skil fotografi yang dimiliki dan merubahnya menjadi lembaran rupiah, atau dollar, atau mata uang apapun yang diinginkan.

Selamat berpikir dan berusaha yah!

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post