Mengenal Teknik Panning Dalam Fotografi

Teknik Panning adalah sebuah teknik memotret yang dipergunakan untuk menampilkan kesan pergerakan dari sang obyek foto. Biasanya dipergunakan untuk merekam benda bergerak agar timbul impresi pergerakan dalam fotonya.

Sebagai contoh, foto di bawah ini yang dijepret menggunakan teknik freeze (membekukan) akan menampilkan hasil seperti di bawah ini,

Mengenal teknik panning dalam fotografi - teknik freeze

Hasilnya, obyek utamanya terekam menjadi sesuatu yang statis. Tidak bergerak. Padahal, sebenarnya motor dalam foto sedang melaju dengan kecepatan lumayan.

Nah, untuk menghadirkan “kesan”, ingat yah hanya kesan, kepada yang melihat bahwa obyeknya sedang bergerak digunakanlah teknik panning.

Contoh hasil foto memanfaatkan teknik yang kerap disebut dengan camera panning ini bisa dilihat di bawah ini.

Mengenal teknik panning dalam fotografi A

Berbeda hasilnya kan?

Bagaimana membuat foto dengan teknik panning ?

Teknik panning pada dasarnya dilakukan untuk menghasilkan latar belakang blur. Tetapi, berbeda dengan blur pada BOKEH yang dibuat dengan memainkan diafragma/aperture, yaitu dengan aperture besar, panning tidak mementingkan penggunaan diafragma.

Latar belakang blur dihasilkan dari penggunaan kombinasi shutter speed (kecepatan buka diafragma/aperture) dan pergerakan kamera. Pembuatannya dilakukan dengan cara :

  1. Menggunakan slow shutter speed dimana kecepatan bukaan lensa diatur agak lamban, berkisar antara 1/50-1/10 detik. Ingat bahwa bukaan lensa yang lamban cenderung menghasilkan gambar yang blur karena goyangan
  2. Pergerakan kamera : saat memotret kamera tidak berada pada posisi statis. Ia akan bergerak mengikuti obyek sampai titik dimana shutter release ditekan

Contohnya foto di bawah ini dilakukan dengan cara :

Mengenal teknik panning dalam fotografi D

  • Mengarahkan kamera pada motor sejak jarak 30-50 meter dari titik pemotret
  • kamera mengikuti obyek sampai berada hampir tepat di depan pemotret
  • tangan menekan shutter release

Latar belakang blur yang dihasilkan merupakan akibat gerakan kamera dan bukan semata karena besaran diafragma.

Besaran diafragma yang dipergunakan terserah pada sang pemotret. Ada yang menyukai aperture kecil, seperti f/7-f/8, atau f5.6, tetapi ada juga yang memakai f/1.8. Semua tergantung pada kemauan saja. Bukan keharusan.

Tantangan Dalam Menggunakan Teknik Panning

Terus terang. Teknik yang satu ini tidak mudah dilakukan. Butuh banyak latihan terus menerus untuk bisa selain menemukan setting yang tepat sesuai kondisi, kemampuan sang pemotret untuk menggerakkan kameranya, dan pengambilan keputusan kapan harus menekan shutter release.

Bukan sesuatu yang mudah.

Tantangannya sebenarnya ada pada dua hal, yaitu

  1. subyek foto yang tetap tajam dan
  2. latar belakang blur yang menggambarkan pergerakan

Dalam pembuatan bokeh lebih mudah karena obyeknya kebanyakan statis, tidak bergerak, tetapi pada teknik panning, obyeknya “bergerak”.

Kesalahan yang biasa terjadi adalah

  • Semua menjadi blur termasuk subyek fotonya karena kamera belum sempat memfokus obyek dan tombol sudah ditekan
  • Foto terlihat jelas semua, tidak ada blurnya, yang artinya kurang pergerakan kamera atau kecepatan shutternya terlalu cepat
  • Subyek foto sebagian tajam sebagian blur pertanda ukuran aperture yang dipergunakan kurang besar
Mengenal teknik panning dalam fotografi - contoh foto gagal A
Foto gagal

Tips Belajar Teknik Panning

  • Semakin cepat sebuah obyek bergerak, semakin sulit untuk kamera memfokus obyek, jadi mulailah berlatih dari obyek yang bergerak lamban dan baru meningkat ke yang bergerak cepat, seperti orang berjalan – orang naik sepeda – orang naik motor
  • Semakin besar aperture yang dipakai (seperti f/1.8-f/2.2), semakin sulit untuk memfokuskan pada obyek karena bidang yang terfokus semakin kecil pula. Pergunakan aperture yang memungkinkan semua bidang menjadi tajam, seperti f/7-f/8
  • Latih pergerakan tangan agar terbiasa bergerak lembut dan lamban dalam mengikuti obyek karena pergerakan yang terlalu cepat cenderung menghasilkan foto panning yang blur semuanya
  • Pilih untuk berdiri di titik dimana Anda berdiri dan merupakan titik akhir dimana tombol shutter release akan ditekan
  • Dalam memilih titik di atas, pertimbangkan latar belakangnya, apakah memiliki “warna” yang kira-kira mendukung
  • Pergunaan “tracking auto focus” dengan begitu kamera juga akan mencoba mengikuti pergerakan obyek, selain tangan kita
  • Aktifkan burst mode atau continuous shooting dan jepret beberapa kali untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan foto panning
  • Berlatih terus sampai mahir
Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post