Mengenal Istilah STOP Dalam Fotografi

Dalam dunia fotografi, sering kita melihat tulisan atau seseorang mengatakan bahwa tentang menaikkan atau menurunkan setting pada kameranya sebanyak 1-2 stop. Bagi yang sudah terbiasa dengan istilah stop itu, tentunya akan paham apa yang dimaksud, tetapi bagi mereka yang belum terbiasa, tentunya akan bingung.

Apa yang sebenarnya dilakukan? Apa arti istilah stop itu sendiri?

Kelihatan aneh dan susah dimengerti tetapi istilah stop dalam dunia fotografi itu sendiri sebenarnya sederhana.

Penjelasannya seperti di bawah ini.

Exposure dan Segitiga Fotografi

Hal pertama untuk mengerti istilah stop harus dimulai dari pengertian Exposure dan kaitannya dengan segitiga fotografi.

Fotografi kerap diterjemahkan sebagai melukis dengan cahaya. Iya kan? Seorang fotografer akan mencoba membuat foto yang diinginkannya dengan mengatur jumlah cahaya yang dimaksud.

Cara mengaturnya adalah dengan mengendalikan Segitiga Fotografi yang terdiri dari Aperture (Diafragma/Bukaan Rana), Shutter Speed (Kecepatan Shutter), dan ISO.

Ketiga hal inilah yang berkaitan dengan seberapa besar jumlah cahaya yang diiinginkan sang fotografer untuk diterima sensor kameranya (dalam fotogafi digital).

Pengertian Istilah Stop

Istilah “stop” sendiri berkaitan dengan ketiganya karena bisa diterjemahkan sebagai “menaikkan” atau “menurunkan” jumlah cahaya yang masuk (sebanyak satu level).

Seperti misalkan seorang fotografer ingin agar jumlah cahaya yang diterima “lebih banyak”, maka ia akan “menaikkan” satu atau beberapa stop. Sebaliknya, kalau ia merasa cahaya yang tersedia terlalu banyak dan takut fotonya terlalu terang, maka ia akan menurunkan satu atau dua stop, sesuai dengan yang dia mau.

Analoginya, mirip dengan tangga. Bayangkan saja, exposure sebagai sebuah tangga dengan 10 anak tangga (level). Kalau mau naik, kita akan naik 1 anak tangga, kalau mau turun, sebutannya turun 1 anak tangga (level).

Nah, setiap level/anak tangga itu mewakili jumlah cahaya yang banyaknya dibagi 2 atau dikali dua. Dengan kata lain, kalau ingin naik 1 stop, berarti sang fotografer ingin jumlah cahaya yang diterima dua kali lipat dari titik sebelumnya/yang ditetapkan. Sebaliknya, kalau turun 1 stop, sama dengan 1/2 kali jumlah cahaya sebelumnya/ditetapkan.

Kira-kira begitulah pengertian stop.

Keuntungan Menggunakan Watermark Pada Foto

Cara Menggunakan STOP

Karena ada tiga unsur pengendali jumlah cahaya, istilah stop dapat diterapkan pada ketiganya.

STOP dan SHUTTER SPEED

Seperti sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya (baca :Mengenal Shutter Speed), shutter speed berkaitan dengan berapa lama “penutup/shutter” akan terbuka saat tombol shutter release ditekan. Semakin lama shutter terbuka, maka semakin banyak jumlah cahaya masuk. Sebaliknya semakin cepat, jumlah cahaya masuk semakin sedikit.

Shutter speed sendiri diberi ukuran “detik”. Angkanya tidak selalu bulat, tetapi pecahan, contohnya seperti ….1/8 , 1/4, 1/2, 1, 2, 4….. dan seterusnya.

Jika diperhatikan lebih lanjut, deretan angka itu bisa dikata merupakan hasil pembagian dari angka sebelumnya dengan dua, seperti 2 adalah hasil dari pembagian 4 dan 2, 1/2 adalah hasil dari 1 dibagi 2.

Hanya pada beberapa titik saja angkanya agak berbeda karena dilakukan pembulatan, seperti 1/15 (seharusnya 1/16) atau 1/125 (1/120).

Lihat image di bawah ini.

Mengenal Istilah Stop Dalam Fotografi A

Ambil contoh, setting awal di kamera Anda untuk shutter speed adalah 1/30 detik, dan Anda merasa hasilnya terlalu terang/overexposed. Kemudian, Anda turunkan shutter speed menjadi 1/60 detik.

Apa yang Anda lakukan disini adalah penurunan 1 stop. Jika Anda putuskan turun ke 1/125, berarti ada penurunan 2 stop (dua tingkat/level).

Catatan : Kebanyakan kamera digital masa kini, biasanya membagi 1 stop pada shutter speed menjadi 3. Masing-masing bernilai 1/3 stop. Jadi, untuk mendapatkan 1 stop, biasanya kita harus menggeser roda gigi (untuk menaikkan atau menurunkan) pada kamera sebanyak 3 kali.

STOP dan ISO

Prinsip dasar ISO lebih sederhana, yaitu semakin tinggi nilai ISO, maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Semakin rendah, maka semakin kurang sensitif sensornya.

Nilainya mirip dengan shutter speed, yaitu hasil perkalian dan pembagian dua. Hanya angkanya sudah ditetapkan yang terendah adalah 50 atau 100 tergantung kameranya.

Jadi, deretan nilai ISO adalah :

50-100-200-400-800-1600-3200-6400-12800-25600-dan seterusnya.

Mengenal Istilah Stop Dalam Fotografi B

Ketika Anda mengganti ISO yang dipergunakan ke bawah atau ke atas, maka berarti jumlah cahaya yang masuk menjadi dua kali atau 1/2 kali dari sebelumnya.

Misalkan, dari ISO 800, kemudian Anda ubah menjadi ISO 400, yang Anda lakukan adalah mengurangi 1 stop. Ketika dari ISO 800 menjadi ISO 1600, artinya kenaikan 1 stop.

STOP dan APERTURE/BUKAAN RANA/DIAFRAGMA

Aperture, sederhananya adalah seberapa lebar “shutter/diafragma” terbuka. Semakin lebar, maka semakin besar cahaya masuk. Semakin kecil, semakin sedikit cahaya yang diterima sensor. Bayangkan saja jendela dengan tirai.

(Baca juga : Mengenal Aperture Dalam Fotografi)

Nilai aperture biasanya diberi simbol huruf “f” dan angka, contohnya f/1.4 atau f/22.

Deretan angkanya agak rumit (untuk diingat) dan berbeda dengan ISO atau Shutter Speed. Nilai aperture bukan hasil pembagian atau perkalian 2, tetapi dibagi dan dikali dengan “akar dari 2”. (Ingat karena bentuk diafragma/aperture itu bulat, maka ukurannya memakai luas lingkaran).

Untuk mudahnya, biasanya deretan nilai aperture adalah .. f/22, f/16, f/11, f/8, f/5.6, f/4, f/2.8, f/2, f/1.4, … Angka yang lebih besar menunjukkan bukaan yang lebih kecil/sempit. Semakin besar angka, semakin kecil aperture yang terbuka, semakin sedikit cahaya yang masuk. Sebaliknya, semakin kecil angka, semakin besar bukaan, semakin banyak cahaya masuk.

Peningkatan atau penurunan satu tingkat pada deretan itulah yang disebut dengan 1 stop.

Mengenal Istilah Stop Dalam Fotografi C - APERTURE

Misalkan, Anda geser aperture dari f/2 ke f/2.8, yang Anda lakukan adalah menurunkan 1 stop (dari besar ke lebih kecil).

Catatan : sama seperti shutter speed, kamera masa kini memiliki kemampuan untuk menaikan atau menurunkan sebanyak 1/3 dari nilai stop. Jadi, untuk menaikkan atau menurunkan 1 stop harus menggeser roda dial sebanyak 3 kali.

Contoh kasus untuk mengenal istilah stop.

Posisi setting kamera Anda ada pada posisi f/1.4 , ISO 1600, Shutter Speed 1/60 detik. Kemudian Anda merasa terlalu terang dan rekan Anda menyarankan turun 4 stop.

Bagaimana cara melakukannya?

Ada beberapa cara. Bukan hanya satu. Opsi yang tersedia adalah

  1. Menurunkan shutter speed yang 1/60 saja 4 level, yaitu ke angka 1/1000 (4 stop dari 1/60 adalah 1/1000)
  2. Menurunkan ISO saja (1/1600) ke ISO 100
  3. Menurunkan Aperture saja (f/1.4) ke f/5.6
  4. Kombinasi :  ISO turun 1 stop (dari ISO 1600 ke ISO 800), Shutter Speed 1 2 stop (dari 1/60 detik ke 1/250 detik), dan aperture 1 stop (dari f/1.4 ke f/2)

Untuk yang no 4, kombinasi, terserah pada kemauan. Dan bisa beragam, tergantung pada kebiasaan. Jadi, bisa banyak sekali kombinasi penurunan stop yang bisa dilakukan.

Membuat Foto Yang Sederhana Tidak Semudah Yang Dibayangkan C

Kira-kira itulah tentang istilah “STOP” dalam fotografi.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post