• September 21, 2019

Mengenal Istilah Noise Dalam Fotografi : Titik-Titik Berwarna Tak Dkehendaki

 Mengenal Istilah Noise Dalam Fotografi : Titik-Titik Berwarna Tak Dkehendaki

 

Istilah Noise dalam fotografi pada dasarnya tidak berbeda dengan makna asli kata tersebut yang berarti “gangguan”, “berisik”. Bedanya, kalau dalam arti sesungguhnya berkaitan dengan suara, dalam fotografi, istilah noise berkaitan dengan titik-titik warna yang tidak dikehendaki yang hadir dalam foto. Kehadirannya ini membuat foto menjadi tidak terlihat halus, mulus, dan rata.

Bisa dibayangkan?

Belum?

Kalau belum mungkin bisa dilihat dua buah foto di bawah ini.

Foto 1 : Tanpa Noise

Mengenal istilah noise dalam fotografi - contoh foto tanpa noise
Canon EOS 700D , f/1.8, ISO-100, 1/100 detik

Foto 2 : Dengan Noise

contoh foto Dengan Noise dalam fotografi
Canon EOS 700D f/1.8 , ISO 12800, 1/4000 detik

Bisa membedakan? Tentunya tidak sulit menemukan bahwa foto 2 terlihat tidak rata dan pada bagian latar belakang terlihat ada semacam bintik-bintik kehijauan yang muncul.

Untuk lebih jelas lagi, bisa Anda lakukan sendiri dengan mendownload kedua image di atas dan kemudian memperbesar/zoom (bisa dengan picture viewer atau aplikasi lainnya). Tetapi, untuk lebih mudahnya, saya akan lakukan cropping pada kedua foto itu pada bagian yang sama.

MENGENAL ISTILAH NOISE DALAM FOTOGRAFI - TITIK TITIK BERWARNA TAK DIKEHENDAKI

Pada hasil cropping kedua foto di atas terlihat bahwa foto ke-2, dengan noise terlihat tidak rata dan titik-titik berwarna hijau terlihat muncul.

Itulah yang disebut dengan “noise” dalam fotografi.

Penyebab Noise Pada Foto

MENGENAL ISTILAH NOISE DALAM FOTOGRAFI - TITIK TITIK BERWARNA TAK DIKEHENDAKI A

Yuk tebak apakah foto ini mengandung noise atau tidak?Noise adalah produk dari fotografi digital, artinya ketika orang masih memotret dengan menggunakan kamera analog dan film, tidak ada noise. Yang ada adalah grain. Bentuknya mirip, tetapi berbeda.

Kehadiran noise sangat berkaitan dengan dua hal, yaitu :

  1. ISO
  2. Sensor

Ada yang menyebutkan juga terkait dengan shutter speed. Bisa jadi, tetapi pada ujungnya kedua hal itulah yang paling berpengaruh terhadap timbul atau tidaknya noise pada foto.

Kapan Noise Timbul ?

Yang paling sering adalah ketika kita memotret pada kondisi kurang cahaya. Contohnya, saat memotret di malam hari atau dalam ruangan yang kurang penerangannya.

Salah satu cara yang umum dan dianggap tidak merepotkan adalah dengan menaikkan ISO. Dengan begitu, sensor menjadi lebih sensitif dan bisa menyerap lebih banyak cahaya dan diharapkan fotonya menjadi terang.

Sayangnya, sensor kamera digital pun punya keterbatasan inilah yang ketika dilewati menghasilkan noise. Banyak yang menyebutnya sebagai cacat, tetapi saya lebih suka menyebutnya sebagai keterbatasan.

Keterbatasan dan inilah yang ketika dilewati menghasilkan distorsi visual atau gangguan dalam bentuk piksel yang tidak diinginkan hadir dalam foto.

Apakah ISO tinggi selalu menyebabkan Noise ?

Tergantung besar dan kualitas sensornya.

ISO 4000 pada kamera smartphone berharga 2.5 juta rupiah dan ISO 4000 pada iPhone 9, hasilnya bisa berbeda. Hampir pasti noise pada hasil foto iPhone 9 akan lebih sedikit atau bahkan tidak ada dibandingkan hasil kamera low-end tadi. Kualitas lensa dan sensor berperan.

Begitu juga misalkan memakai kamera smartphone dengan DSLR tipe APS-C, dalam kondisi reman-remang yang sama, dan ISO katakanlah 12600, hasil foto kamera DSLR APS-C akan lebih baik karena sensornya yang lebih besar.

Jangan harapkan pula bahwa dengan ISO tinggi yang sama hasil foto kamera DSLR Full Frame dan DSLR APS-C akan sama. Hasilnya pasti yang full frame lebih mulus dan bagus. Ini disebabkan karena sensornya yang lebih besar juga.

Tetapi, ISO tinggi memang akan rentan menghasilkan noise.

Oleh karena itulah, para fotografer berusaha sedapat mungkin menghindari pemakaian ISO tinggi, seperti 6400-25600 saat memotret di kondisi gelap/kurang cahaya. Mereka ingin meminimalisir kemungkinan hadirnya noise yang membuat foto jadi tidak enak dilihat.

Para fotografer berpengalaman, lebih suka menggunakan ISO rendah, shutter speed lambat, dan tripod daripada menaikkan ISO setinggi-tingginya, meski kameranya menyediakan fitur itu.

Tips Mengindari Noise Saat Memotret

TIPS MENGHINDARI NOISE SAAT EMMOTRET
FOTO INI JELAS BANYAK NOISE-NYA
  1. Pastikan untuk menilai ketersediaan cahaya saat memotret, bila memang terlalu gelap, coba tambahkan sumber cahaya, seperti lampu di dekat obyek. Jangan hanya langsung menaikkan ISO sebagai solusi
  2. Pergunakan flash atau lampu kilat untuk menambah cahaya yang mengarah ke obyek
  3. Pergunakan shutter speed rendah sambil tetap memakai ISO rendah (antara 100-400)
  4. Kalau memang terlalu gelap, pergunakan tripod agar shutter speed bisa lebih lama dan tetap menghasilkan foto yang tajam
  5. Pergunakan aperture (bukaan) sebesar mungkin agar cahaya masuk lebih banyak. Penggunaan  Lensa Prime/Fix 50 mm . Lensa yang memungkinkan bukaan f/1.8 akan sangat membantu menyerap cahaya lebih banyak

Kalau ternyata setelah semua usaha ini, fotonya masih terdapat noise, jangan langsung didelete. Ada beberapa software/aplikasi yang bisa membantu mengurangi noise saat pengeditan, salah satunya GIMP. Walau terus terang saja, caranya agak rumit dan untuk itu akan diterangkan pada tulisan terpisah.

Nah, kira-kira itulah sedikit tentang noise dalam foto.

Semoga bermanfaat.

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post