Fotografi Untuk Semua Orang ~ Photodoto

Fotografi Untuk Semua Orang - photodoto

“Fotografi Untuk Semua Orang ~ Photodoto”

Kira-kira begitulah terjemahan dari versi asli slogan salah satu photoblog atau website fotografi terkenal di dunia internasioal ini. Kalimat aslinya adalah “Photography is for everyone“.

Sebuah slogan yang mencerminkan kenyataan yang terjadi di dunia fotografi digital masa kini, dimana hampir semua orang setidaknya memiliki satu kamera di tangan dalam bentuk kamera smartphone. Jadi, secara otomatis, semua orang bisa ikut berperan serta di dalamnya.

Pandangan yang terlihat sederhana , tetapi sebenarnya mengandung makna penentangan terhadap tradisi kuno dalam dunia fotografi.

Pernah mendengar perdebatan soal definisi fotografer yang belum berhenti dibahas sampai sekarang. Masih banyak orang yang berpandangan bahwa fotografer itu adalah orang yang sudah menekuni fotografi dalam jangka panjang dan menghasilkan karya (bersifat seni). 

Bagi kalangan yang ini, fotografi dipandang sebagai dunia eksklusif dimana mereka yang berhak menyandang gelar fotografer hanyalah mereka yang bisa menggunakan kameranya untuk menghasilkan karya seni. Dari sinilah hadir definisi bahwa fotografi adalah tentang seni melukis dengan cahaya.

Fotografi bagi kalangan ini adalah sebuah dunia eksklusif dan hanya orang-orang VIP saja yang berhak mendapatkan gelar kehormatan “fotografer”.

Ditambah, sebelum fotografi digital lahir, fotografi adalah kegiatan yang mahal. Kameranya mahal, biaya membeli film dan mencetak fotonya juga tidak murah. Hanya mereka yang mampu saja yang bisa menekuninya.

Aspect Ratio atau Rasioa Aspek Dalam Fotografi

Fotografi = eksklusivitas. Pandangan yang sampai saat ini masih digenggam erat oleh banyak orang.

Padahal, zaman sudah berubah. Semua orang sudah memiliki akses ke dunia fotografi dengan hadirnya kamera digital dan smartphone. Fotografi bukan lagi sebuah kegiatan yang mahal.

Semua orang bisa menekuninya dan menjalani sepanjang mereka mau. Tidak ada batasan bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya.

Filosofi dari website yang dilahirkan dari tangan John Watson pada tahun 2006 yang lalu ini menyiratkan pemberontakan dan penentangan terhadap pola pandang masih banyak orang tentang apa itu fotografi.

Baca Juga

Isi dari websitenya sendiri yang berisi tentang berbagai tutorial cara memotret menunjukkan wujud nyata dari filosofi yang dianutnya tadi. Mereka memberikan pelajaran yang bisa diakses dan dipelajari oleh siapapun, tanpa batas. 

Pandangan yang sama juga seperti yang LB Fotografi miliki, bahwa memang seharusnya tidak ada lagi usaha untuk membatasi fotografi hanya milik kalangan tertentu saja.

Pandangan yang menunjukkan realita (fakta) baru di zaman fotografi digital yang sudah menggusur realita usang masa lalu.

(Photodoto sekarang sudah tidak lagi diasuh oleh John Watson yang karena keterbatasan waktu menyerahkan pengelolaan website ini , pada tahun 2012, kepada tim yang terdiri dari fotografer sekaligus penulis)

Mohon bantu share