Fotogenik Tidak Selalu Berarti Sama Dengan Cantik Dan Muda

Fotogenik Tidak Selalu Berarti Harus Cantik A
Model : Aida Wijaya. Lokasi : Angkor Wat 2019

Pernah dengar kata “fotogenik” ? Pasti dong. Di zaman fotografi digital merajalela dimana-mana kata yang satu ini sudah menjadi sesuatu yang umum dipergunakan orang. Menurut kamus artinya bisa diterjemahkan sebagai “sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang atau benda lain untuk terlihat bagus , menarik atau menambah unsur estetika dalam foto atau film”. 

Kata kemampuan dicetak miring dan tebal karena tidak mengandung arti skill atau keahlian yang didapat dari hasil latihan. Fotogenik lebih mengarah pada sesuatu yang alami atau karakter bawaan dari seseorang atau sesuatu.

Nah, belakangan ini, banyak yang mengartikan kata fotogenik sama dengan kata cantik. Orang yang cantik kerap langsung otomatis disebut sebagai orang yang fotogenik. Padahal, tidak demikian halnya.

Fotogenik tidak sama dengan cantik atau berbadan bagus. 

Seorang yang sebenarnya berwajah dan bertubuh biasa saja bisa saja membuat tugas fotografer menjadi sangat ringan karena ia akan terlihat menarik dan menonjol secara alami saat berada di depan kamera. Sementara seringkali seorang yang cantik atau ganteng sekalipun ternyata hasilnya tidak begitu bagus dalam sebuah foto atau film.

Usia juga tidak berkaitan dengan fotogenik. Tua atau muda bukan masalah, tetapi penampilan secara keseluruhan dalam sebuah foto lah yang menentukan.

Fotogenik tidak sama dengan cantik
In frame : Aida Wijaya . Lokasi : Angkor Wat 2019

Beberapa hari yang lalu, saat berkunjung ke Siem Reap, kawasan wisata yang terkenal dengan Angkor Wat-nya, salah satu peninggalan bersejarah dunia, kata fotogenik tidak henti muncul di kepala.

Berangkat bersama beberapa kawan, saya memiliki “tugas” untuk bisa menghasilkan foto-foto-foto yang bagus saat bermain disana.

Setelah beberapa kali memotret, saya menyadari bahwa salah satu kawan, yang sudah lama saya kenal, begitu menonjol dalam banyak foto yang dihasilkan. Bukan karena dia cantik dan berbadan bagus, tetapi mayoritas foto dimana ia menjadi obyeknya, sangatlah enak untuk dilihat.

Padahal secara usia, dia tidak lagi muda. Sebagai seorang ibu dua anak, yang satunya sudah mahasiswa, tentunya ia sudah cukup berumur. Tetapi, tetap saja kehadirannya membuat foto-foto dari kamera murahan Canon 700D sangat enak untuk dilihat.

Beberapa fotonya ada di dalam tulisan ini. Dan, silakan berpendapat, meski saya cukup yakin kalau Anda pun akan berpendapat sama, yaitu foto-foto ini menyenangkan mata, sama seperti pendapat banyak teman saya lainnya.

Padahal, semua tanpa persiapan khusus. Tidak ada Make Up Artist untuk mendandani, tidak ada lighting khusus, tidak memakai pengarah gaya. Pastinya, pakaiannya juga tidak dirancang dan dibuat khusus.

Semua apa adanya. Layaknya orang yang sedang bersenang-senang bersama teman saja.

Tapi, hasilnya membuat saya sendiri merasa senang karena foto-fotonya benar-benar enak untuk dilihat. 

Seperti biasa, setelah memotret, saya melihat ulang berbagai foto yang dihasilkan dan memilih beberapa yang “terbaik” menurut penilaian sendiri. Hasilnya, dari ratusan foto yang ada dengan model semua teman kerja (wanita, pria tidak dimasukkan), semua foto “terbaik” itu selalu ada “dia” di dalamnya.

Dari sanalah saya bisa memahami lebih jauh lagi apa yang disebut dengan fotogenik dan berani menyatakan bahwa fotogenik tidak berarti harus cantik , muda, dan berbadan proporsional ala model.

Fotogenik Tidak Selalu Berarti Harus Cantik C
Model Aida Wijaya . Lokasi Angkor WaT 2019

Jadi, apa itu fotogenik ?


Entahlah.

Tetap saja sulit menjelaskan secara gamblang apa definisi dan kriteria fotogenik itu. 

Apalagi saya menyadari bahwa yang namanya keindahan itu tergantung sekali pada selera individu dan tidak bisa berlaku secara umum. Istilah fotogenik tidak akan sama untuk setiap orang.

Bisa saja seseorang atau sesuatu yang fotogenik bagi satu orang, tidak fotogenik bagi orang lainnya.

Jadi, semua sifatnya subyektif.

Tetapi, pandangan saya terkait kata fotogenik, sangat mungkin berkaitan dengan

  • Kepribadian 
  • Gaya
  • Postur tubuh
  • Keluwesan 

Dan, bagaimana semua itu tercermin keluar dari seseorang tanpa harus dipaksa dan diarahkan sehingga bisa tertangkap dengan kamera yang terkadang sangat jujur dalam merekam sesuatu yang kerap terlewat oleh mata manusia.

Hanya, yang pasti, saya bisa mengatakan bahwa istilah fotogenik tidak sama dengan cantik, berbadan bagus, atau muda.

Faktanya, sudah saya alami sendiri.

Bagaimana menurut Anda ? Bisakah Anda menjelaskan dan memberikan batasan tentang apa itu fotogenik?

Mohon bantu share