Apa Tujuan Anda Belajar dan Menekuni Fotografi ?

Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri, mengapa Anda belajar dan menekuni fotografi ? Pertanyaan bodoh kedengarannya, tetapi apa yang terkandung dalam pertanyaan ini sebenarnya berperan penting untuk menentukan arah perjalanan Anda di dunia potret memotret ini.

Fotografi tidak berbeda dengan hal lainnya di dunia ini, seperti kenapa kita harus bersekolah, mengapa kita bekerja, untuk apa kita menikah, dan sebagainya. Ada alasan di balik hal-hal itu, dan sudah pasti ada alasan mengapa kita terjun ke dalam dunia fotografi.

Mengapa hal seperti itu penting? Mungkin kebanyakan orang merasa hal seperti itu tidak perlu ditanyakan dan sebagian lagi cukup dengan menjawab “karena suka!?”. Tidak salah. Semua orang berhak mengajukan apapun sebagai alasan, tetapi suatu waktu ketidakmampuan menemukan jawaban terhadap pertanyaan sesederhana itu bisa menjadi penghambat perkembangan diri sebagai seorang fotografer.

Lagipula, pertanyaan “tak bermutu” itu berkaitan erat dengan banyak hal lain, seperti peralatan yang harus dibeli, kamera jenis apa yang cocok, apakah perlu membeli peralatan lighting atau tidak. Serta banyak hal lain yang tergantung pada bisa atau tidaknya kita menemukan jawaban terhadap “Apa alasan dan tujuan belajar fotografi dan kemudian terjun ke dunia ini?”.

Coba bayangkan saja kesulitan yang dihadapi , jika kita tidak menemukan jawabannya.

  1. Perlukah membeli kamera Mirrorless Full Frame atau cukup dengan DSLR APSC-C biasa?
  2. Perlukah ikut kursus memotret atau cukup belajar secara otodidak saja?
  3. Lensa jenis apa yang harus dibeli? Lensa zoom 70-300 mm atau lensa 10-18 mm?
  4. Haruskah membeli dan belajar mengenai teknik pencahayaan atau cukupkah dengan mengerti memanfaatkan cahaya alami yang ada?

Dan, masih banyak sekali pertanyaan lainnya, yang baru bisa terjawab ketika pertanyaan yang terdengar konyol di atas sudah ditemukan jawabannya.

Contohnya :

Jawaban pertanyaan 1) :

Jika memang Anda hanya perlu untuk sekedar selfie dan pamer keindahan perjalanan wisata Anda di media sosial, membeli kamera terbaru Mirrorless versi Full Frame rasanya berlebihan. Mirip dengan menggunakan meriam untuk membunuh nyamuk. Berlebihan.

Kamera DSLR APS-C (Cropped Sensor) biasa sudah pasti cukup menghasilkan foto yang bisa membuat teman-teman, saudara atau keluarga terkagum-kagum. Tentunya kalau Anda menguasai tekniknya. Tidak terlalu banyak bedanya di mata orang awam antara hasil kamera Full Frame berharga puluhan juta dengan kamera DSLR kelas Entry Level.

Jawaban pertanyaan 2) :

Waktu adalah uang. Begitu prinsip di dunia bisnis.

Pandangan seperti itu harus juga melekat jika tujuan Anda menekuni dunia fotografi adalah karena uang.

Berharap untuk bisa menjadi kaya dari menjual jasa adalah hal yang wajar. Tidak beda juga dengan keinginan bisa meraup uang dari menjual foto. Normal-normal saja.

Tetapi, tindakan pun harus menyesuaikan dengan keinginan. Kalau mau uang, berarti harus bergerak cepat dalam segala hal. Semakin cepat semakin baik karena dengan begitu duit akan bisa segera diproduksi.

Belajar secara otodidak bukanlah sebuah masalah. Tetapi, hambatannya banyak dan kerap tidak terarah. Kita pun harus mau mengorek-ngorek dunia maya dan nyata untuk menemukan panduan belajar. Waktu akan lebih banyak terbuang.

Dan, hal ini tidak sesuai dengan konsep dasar dunia bisnis. Waktu adalah uang.

Dengan ikut kursus fotografi, dan dipandu oleh para master di dunia itu, seseorang akan banyak menghemat waktu dalam mempelajari. Kursus fotografi juga akan menyediakan lebih banyak tips dan trik yang sudah teruji.

Semua akan lebih cepat. Sesuai dengan prinsip bisnis dan cara menghasilkan uang.

Kalau untuk hobi dan senang-senang saja? Kenapa harus mengeluarkan uang? Enjoy aja! Iya nggak?

Apa Tujuan Anda Belajar dan Menekuni Fotografi B

Jawaban pertanyaan 3 :

Lensa zoom 70-300 M akan sangat berguna untuk memotret obyek yang bergerak cepat, seperti sport. Sedang lensa 10-18 mm, wide lens (lensa lebar), sangat berguna kalau memotret lanskap atau pemandangan.

Beda kan?

Ketika Anda ingin memiliki tujuan menjadi fotografer olahraga, lensa mana yang akan dipilih? Jawabannya akan tepat kalau Anda menemukan jawaban dari tujuan menekuni fotografi. Kalau tidak, besar kemungkinan akan terjadi salah pilih.

Jawaban pertanyaan 4 :

Lighting atau pencahayaan sangat diperlukan bagi pengelola studio foto. Lampu penerangan biasa sulit menghadirkan efek yang dikehendaki. Jadi, kalau memang target menekuni fotografi adalah mendirikan studio foto dan menerima pekerjaan pemotretan dalam ruangan, belajar dan memiliki perangkat pencahayaan akan sangat diperlukan.

Berbeda halnya ketika genre fotografi yang ditekuni adalah fotografi jalanan atau street photography, membeli perangkat lighting tidak akan membawa banyak manfaat. Belum lagi kerepotan yang ditimbulkannya saat memotret di jalanan akan besar sekali. Bayangkan saja membawa lampu kemana-mana saat menyusuri jalan.

Bukan begitu?

Itu hanya sebagian dari pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah yang akan dihadapi saat bergelut di dunia fotografi. Masih banyak lagi yang tidak diuraikan, tetapi semuanya akan berakar pada pertanyaan yang sama ” Untuk apa saya terjun dan menekuni fotografi?”

Sudahkah Anda bertanya kepada diri sendiri?

Saya kebetulan sudah.

Dan, jawabannya juga sudah ditemukan. Justru sejak awal, saya bergaul dengan kamera, tujuan itu sudah ada.

Sebelum menjadi salah satu penggemar fotografi, saya sudah lebih dulu menjadi seorang blogger. Penulis informal yang mengelola sebuah website bernama Lovely Bogor (dari situlah nama blog ini LB Fotografi berasal, singkatan dari Lovely Bogor Fotografi).

Tujuan bermula dari kebutuhan untuk mendapatkan foto-foto seputaran Bogor yang bisa menggambarkan kehidupan di Kota Hujan ini. Bermula dari sekedar menggunakan ponsel, Xperia M, kemudian berlanjut ke kamera prosumer, Fuji Finepi HS 35EXR dan sekarang memegang DSLR Canon EOS 700D.

Cukup? Lebih dari cukup. Bahkan dengan sang prosumer saja ditambah dengan belajar otodidak saja sudah cukup. Hasilnya sudah lebih dari memadai untuk bisa menghasilkan blog yang menarik pembaca.

Itulah tujuan dan target utama terjun dan menekuni fotografi. Belum ada yang lain. Belum terpikir untuk menjadi fotografer profesional dan mendapatkan uang dari kegiatan memotret. Karena itu perlengkapan yang ada sudah lebih dari cukup. Yang perlu hanya terus mengasah dan mengembangkan kemampuan menangkap momen di jalanan (alasan untuk menyukai fotografi jalanan juga).

Itulah tujuan saya.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah menemukan pertanyaan dari pertanyaan konyol di atas?

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post