7 Tips Memotret Tanpa Tripod

Kebanyakan orang memotret tanpa tripod. Saya pun demikian. Meskipun ada sebuah tripod yang tersedia, tetapi jarang-jarang si kaki tiga ini dibawa. Terutama karena genre yang saya tekuni adalah street photography atau fotografi jalanan.

Bukan karena tidak tahu keuntungan menggunakan tripod saat memotret, tetapi menyandang tas tripod kemana-mana itu tidak menyenangkan. Beratnya memang hanya beberapa ratus gram saja, tetapi dalam jangka waktu lama, hasilnya terasa juga di tangan atau pundak. Pegal.

Alasan yang sama mungkin ada di benak banyak orang lainnya. Selain tentunya yang tidak tahu apa itu tripod dan fungsinya.

Sayangnya, ketiadaan tripod sendiri sebenarnya mengurangi kemampuan untuk mendapatkan kestabilan saat memotret. Memang itulah fungsi utamanya, kestabilan. Dan, harga kestabilan itu mahal serta bisa mempengaruhi pada hasil foto, yang akan buram karena goncangan taua tangan yang bergoyang.

Tetapi, apa daya. Daripada punggung atau pundak terasa tidak enak dan berbagai kerepotan lainnya, dalam banyak waktu, tripod kesayangan ditinggalkan saja di rumah.

Untuk mengatasi kemungkinan kurangnya “kestabilan” yang diperlukan, ada beberapa hal yang selalu saya perhatikan, baik sebelum atau selama melakukan pemotretan. Hal-hal kecil, tetapi ternyata kerap mempengaruhi hasil.

1) Pergunakan Tas Kamera

Atau sejenisnya supaya kamera tidak perlu selalu dipegang selama nyetrit atau menyusuri jalan. Mungkin hal kecil, tetapi sangat membantu memastikan kestabilan ada saat diperlukan.

Berat kamera + lensa memang tidak seberapa. Sesuai dengan apa yang disebutkan pada spesifikasinya. Tidak sampai 2 kilogram. Berat yang jelas bisa diangkat dengan mudah.

Kalau…

Dipegang sebentar. Kalau perjalanan memotret di jalanan memakan waktu 3-4 jam, hasilnya akan berbeda. Terus menerus menggenggam kamera selama itu hasilnya sama, yaitu tangan menjadi pegal. Tentunya, dengan tangan yang pegal-pegal saat harus memotret bisa menjadi masalah karena kerap genggaman tangan tidak kuat dan mudah sekali bergoyang.

Untuk mengurangi masalah ini, setiap selesai memotret satu obyek, biasanya kamera akan segera masuk ke “kandangnya” dulu. Kemudian akan dikeluarkan lagi ketika obyek menarik lain ditemukan.

Agak repot, tetapi tangan yang stabil, jelas lebih diperlukan saat memotret tanpa tripod. Mau tidak mau harus dikondisikan agar hal itu terjaga dan ada.

Memotretlah Dari Jarak Dekat - Kata Robert Capa

2) Menstabilkan Tubuh Saat Memotret

Stabil lagi. Ya memang demikian adanya. Untuk mendapatkan foto yang tajam, kata stabil, dalam urusan memegang kamera sangat diperlukan.

Oleh karena itu, saya tidak selalu memotret dengan posisi berdiri standar. Ketika badan masih segar, memang tangan masih lebih enak dan mampu menjaga kestabilan. Sayangnya, setelah 2-3 jam berada di jalanan, dan – sialnya = terkadang cuaca panas, kondisinya menurun.

Dalam situasi seperti ini, kerap saya harus merubah posisi memotret untuk mendapatkan kestabilan yang diperlukan.

Kadang jongkok. Tidak sedikit saat dimana harus tiarap. Sering juga menumpukan tangan pada tembok atau apapun yang bisa memberikan tangan yang stabil.

tips memotret obyek yang bergerak dengan cepat

3) Mengaktifkan Image Stabilizer (IS)

Stabilizer = Pembuat Stabil

Dari namanya sudah jelas tujuan fitur ini ada di lensa. Untungnya, ketiga lensa Canon murahan yang saya miliki mempunyai fitur ini. Dan, kalau tidak terpaksa, fitur ini akan selalu dalam kondisi “ON”.

Meskipun disadari bahwa ada efeknya terhadap baterai, yaitu pengaktifan IS akan memakan daya baterai, tetapi hasil foto yang tajam lebih menyenangkan. Toh juga, waktu perjalanan nyetrit selama ini tetap bisa dipenuhi dengan daya satu baterai.

Decisive Moment

4) Lebih Sering Menggunakan Lensa Pendek

Semakin panjang lensa, semakin berat. Semakin pendek lensa, semakin ringan. Coba saja bedakan berat antara memotret memakai lensa fix 50 mm dengan 55-200 mm. Pasti akan terasa sekali bedanya.

Itulah mengapa si 50 mm paling sering terpasang di kamera. Tidak berarti yang 55-200 tidak pernah dipakai, cukup sering juga. Hanya, biasanya lensa zoom itu akan terpasang kalau situasinya mengharuskan untuk pemotretan secara “candid”.

Kalau tidak lensa yang lebih pendek terasa lebih nyaman. Beban di tangan berkurang. Dan, lebih stabil saat memotret tanpa tripod, terutama di kala tangan sudah lelah.

Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi

5)  Pergunakan Burst Mode/Continuous Shooting

Tangan lelah. Kestabilan berkurang. Tidak ada tumpuan.

Tetap lah memotret. Hanya, perbesar peluang mendapatkan foto yang bagus dengan memakai Burst Mode. Biarkan kamera merekam momen beberapa kali dalam sekali pencet.

Harapannya setidaknya ada satu atau dua foto yang tetap tajam dan fokus.

Penggunaan fitur ini memang tidak bisa menstabilkan tangan, tetapi memperbesar peluang mendapatkan hasil foto yang tetap bagus saat memotret tanpa tripod.

Prinsip KISS : Keep It Simple Stupid

6) Gunakan Self Timer

Bukan hanya saat hendak memotret diri sendiri saja self-timer bermanfaat. Saat memotret tanpa kamera pun bisa dipergunakan.

Dengan memberikan waktu beberapa detik, kita bisa menstabilkan dulu posisi tangan sesuai yang diinginkan.

Belum lagi terkadang ketika menekan tombol shutter release, tangan juga menekan terlalu kencang dan menimbulkan goyangan kecil. Kalau memakai self timer, goyangan tersebut tidak akan terekam kamera karena shutter release belum terbuka selama beberapa detik.

Foto mewakili satu momen di suatu tempat dan di suatu waktu

7) “Tripod” Alami

Fotografi itu tentang kreatifitas. Hal itu berlaku pada setiap aspeknya.

Kalau tangan sudah pegal, badan sudah lelah. Bagaimanapun, kemungkinan goyangan saat memotret bisa membuat hasilnya tidak enak dilihat.

Belum lagi kalau ada godaan obyek yang menarik untuk dipotret memakai teknik long exposure yang membutuhkan shutter terbuka selama beberapa detik. Tanpa tripod di tangan, hal itu sulit dilakukan.

Saat itulah, cobalah bersikap kreatif.

Temukan “sesuatu” yang bisa menjadi dudukan kamera, alias dimana kamera bisa diletakkan.

Inti dari fungsi tripod adalah memberi kestabilan. Hal itu bisa diberikan juga oleh bangku, tembok, atau benda apapun yang sifatnya tetap. Tidak jarang tas kamera sendiri bisa menjadi sebuah tripod “alami” yang bisa difungsikan saat memotret.

MERUBAH TEORI DAN PENGETAHUAN MENJADI SKILL
Cap Go Meh Bogor 2016 – Fujifilm Finepix HS 3EXR

Tripod memang penting. Oleh karena itu, banyak fotografer yang rela membawanya. Tetapi, tanpa tripod tidak berarti pemotretan tidak bisa berjalan. Banyak hal yang bisa dilakukan agar hasil foto tetap tajam ketika sang kaki tiga tidak hadir saat memotret.

Selama kita selalu coba mengkondisikan diri dan bersikap kreatif untuk menemukan sesuatu yang bisa membuat kamera berada dalam posisi stabil saat pemotretan.

Semoga bermanfaat.

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post