12 Tips Hemat Baterai Kamera Supaya Bete Tidak Hadir

Bayangkan sebuah situasi dimana Anda sedang pergi berwisata bersama keluarga ke sebuah tempat berpemandangan indah. Kemudian, saat Anda hendak merekam momen tersebut, simbol baterai pada kamera menunjukkan warna merah dan hanya ada 1 strip saja, pertanda daya yang sudah menurun.

Khawatir dan bete pasti akan hinggap di hati. Momen indah tidak akan pernah terulang dan kekecewaan keluarga karena tidak punya rekaman momen itu bisa menghantui dalam waktu yang lama.

Situasi tak menyenangkan tersebut mungkin tidak akan hadir jika Anda mengetahui cara-cara untuk hemat baterai kamera.

Sebenarnya, bukan sesuatu yang sulit dan bisa dijadikan kebiasaan. Tidak memerlukan teknik khusus, tetapi membutuhkan sedikit pengetahuan tentang karakter kamera dan fungsi-fungsi di dalamnya.

Silakan lihat beberapa tips hemat baterai ala saya yang dirangkum dari pengalaman sendiri selama ini.

Tips Hemat Baterai Kamera Saat Berwisata Atau Hunting Foto

1. Pastikan baterai terisi full (penuh)

Langkah paling awal memang tidak berkaitan langsung dengan penghematan, tetapi yang satu ini teramat sangat penting karena sering masalah terjadi karena lalai memperhatikan hal ini.

Banyak dari kita mengandalkan sinyal “baterai” pada kamera untuk mengetahui daya yang tersisa. Iya kan?

Masalahnya, sinyal ini kerap menipu. Simbol baterai akan tetap menunjukkan tanda “penuh” meskipun sebenarnya sudah dipakai beberapa puluh kali. Padahal, daya yang sudah ada di dalam baterai sudah berkurang.

Silakan coba sendiri pada kamera Anda. Coba ambil 20-30 foto dan kemudian lihat apakah sinyal baterai menunjukkan tanda berkurang. Biasanya tidak.

Jadi, sebelum berangkat berwisata atau hunting foto, “charge” ulang lagi baterai sampai penuh, alias sampai lampu hijau pada baterai charger menyala. Hal itu menandakan daya sudah terisi penuh.

2. Matikan Kamera Saat Tidak Digunakan

Siap sedia itu perlu, kita selalu ingin kamera standby setiap saat. Untuk itulah terkadang kita tetap membiarkan kamera pada posisi “menyala”.

Padahal, kenyataannya, saat berwisata, kita tidak selalu harus dalam kondisi siap sedia. Saat mengobrol dengan keluarga, pastinya kamera tidak dibutuhkan. Begitu juga saat istirahat, makan, minum, kamera seharusnya dibiarkan beristirahat juga.

Membiarkannya menyala sama artinya dengan menyedot terus daya baterai dan membuatnya mubazir.

Jadi, matikan kamera saat tidak diperlukan. Dengan begitu, dayanya akan tetap ada sampai dibutuhkan.

3. Kurangi Melihat Hasil Foto

Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari membuat daya kamera cepat habis, yaitu sering melihat hasil jepretan.

Memang susah dihindarkan karena setiap orang ingin tahu apakah foto yang dijepretnya bagus atau tidak. Cuma, untuk melihatnya kamera akan memakan daya baterai dan semakin sering dilakukan, maka semakin cepat pula daya tersedot dan kemudian habis.

Tips untuk menghindari hal itu terjadi, kurangi kebiasaan melihat hasil foto setelah menjepretnya. Terus terang bakalan sulit dilakukan karena membutuhkan pembiasaan dan kepercayaan diri bahwa fotonya akan bagus.

4. Kurangi Memotret Dengan Flash Internal

Coba saja kalau tidak percaya. Memotret memakai flash atau lampu kilat internal akan mempercepat habisnya baterai kamera.

Mau tidak mau karena untuk menyalakannya, maka flash akan menyedot daya dari baterai yang sama.

Penyelesaiannya bisa dilakukan karena ada opsi lainnya, yaitu meningkatkan ISO, memakai aperture lebih besar, atau memakai shutter speed yang lebih lama. Semua tidak memakan daya baterai.

5. Matikan Fitur Yang Tidak Penting (Berkaitan Dengan Memotret)

Kamera digital zaman sekarang memang menyenangkan dan mempermudah fotografer. Banyak sekali fitur-fiturnya, bahkan untuk langsung upload ke medsos sekalipun sudah disediakan, seperti wi-fi.

Cuma, tetap saja fitur itu membutuhkan daya untuk menyalakannya dan semakin banyak fitur yang aktif pada kamera, berarti daya baterai akan semakin cepat habis.

Matikan fitur-fitur yang tidak berkaitan langsung dengan memotret, seperti wi-fi, pemandu fokus, suara bip saat fokus terkunci.

Dengan mematikan fitur-fitur ini, tentunya pemakaian daya baterai bisa lebih hemat.

12 Tips Hemat Baterai Kamera Supaya Bete Tidak Hadir

6. Matikan Fungsi Preview / pratinjau

Kamera DSLR atau Mirrorless akan secara otomatis menampilkan hasil jepretan selama beberapa saat setelah shutter release ditekan. Ini secara default dilakukan.

Hasilnya, sama juga dengan kalau kita melihat hasil foto, yaitu memakan daya baterai.

Lebih baik kalau settingnya diubah dan pratinjau atau preview tidak diaktifkan. Jadi, bisa lebih hemat pemakaian baterainya.

7. Jangan Membuat Video

Kamera digital sekarang juga bisa menjadi pembuat video. Salah satu fitur yang membuatnya menjadi dual fungsi.

Masalahnya, membuat video memakan daya baterai lebih banyak daripada memotret. Bila untuk memotret, baterai kamera bisa bertahan beberapa ratus jepretan, untuk membuat video, mungkin hanya bertahan beberapa puluh menit saja.

Bila memang targetnya mendapatkan foto, sebaiknya kurangi keinginan membuat video pada saat yang sama. Hal itu agar baterai bisa tahan lebih lama.

8. Matikan VR atau IS Pada Lensa

Jangan salah juga, lensa kamera DSLR atau Mirrorless juga bisa membuat kita tidak hemat baterai kamera. Ada fitur-fitur stabilisasi foto, seperti VR (Nikon) atau IS (Canon) yang gunanya agar guncangan tangan bisa teredam dan fotonya tetap fokus dan tajam.

Nah, fitur-fitur ini juga menggunakan daya baterai kamera karena keduanya tidak memiliki sumber daya sendiri. Jadi, kalau sering digunakan, ya bisa menyebabkan baterai kamera cepat habis juga.

Matikan saja ketika memang tidak diperlukan, seperti saat memotret di siang hari.

Jangan Lupa Buat Backup Foto Anda A

9. Potret Yang Penting Saja

Semakin banyak memotret memang tidak jelek karena berarti semakin banyak pilihan dan semakin banyak yang direkam. Masalahnya, ya itu dia, setiap jepretan akan membutuhkan daya baterai dan berarti daya baterai akan semakin cepat kering.

Repot memang.

Tetapi, kalau sudah terbiasa di lapangan, seorang fotografer akan bisa memilah mana kondisi yang memungkinkan mendapat foto yang bagus, mana yang tidak. Jadi, mereka bisa memilah mana yang penting dan tidak.

Yang tidak penting, tidak usah diambil.

Dengan begitu, kita bisa hemat baterai.

10. Jangan Menggunakan Live View Terlalu Sering

Live View atau memotret sambil melihat layar monitor kamera memang menyenangkan karena bisa melihat hasil terlebih dahulu sebelum menekan shutter release. Ukurannya lebih nyaman bagi mata.

Sayangnya, untuk menampilkan gambar di monitor, perlu daya, dan daya itu diambil dari baterai kamera. Semakin sering melakukannya, semakin cepat daya baterai kering.

Masalahnya, pada kamera Mirrorless, Viewfinder/Lubang Intip-nya juga elektrik dan bukan optical . Artinya bahkan memotret tanpa Live View pun kalau memakai kamera Mirrorless akan tetap berpotensi menghabiskan daya baterai.

11. Kecerahan Layar Monitor Juga Menyedot Daya

OK lah kalau memang mau memotret dengan Live View atau karena memakai Mirrorless yang memberikan dilema.

Tapi, coba kurangi kecerahan layar monitornya. Sama dengan komputer juga, semakin cerah layarnya, semakin besar daya yang digunakan. Bisa tidak hemat baterai kamera kalau terlalu cerah.

12. Jangan Lupa Bawa Smartphone

Peralatan yang tidak boleh dilupakan, yaitu sebuah smartphone. Bukan cuma karena fotografer butuh komunikasi, tetapi karena ponsel pintar itu punya yang namanya “KAMERA”.

Kamera itu tentunya tidak sebaik kamera DSLR/Mirrorless, tetapi fungsinya bisa digunakan untuk mengabadikan momen-momen yang tidak terlalu penting atau tidak terlalu berpotensi menghasilkan foto yang bagus.

Bila sekedar untuk dokumentasi, bisa memakai smartphone saja. DSLR-nya bisa dipakai nanti kalau ada momen yang penting. Apalagi kalau smartphonenya Samsung Galaxy S9 atau iPhone, pasti sudah lebih dari cukup untuk memotret.

Yang terbaik memang membawa baterai cadangan. Dengan begitu, kalaupun baterai yang satu habis, ada backup yang bisa memperpanjang waktu hunting foto.

Meskipun demikian, tetap saja, kalau pemotretnya “boros” dan tidak memperhatikan hal-hal seperti itu, baterai kamera akan cepat habis bahkan sebelum kita merasa “selesai”.

Jadi, perhatikan hal-hal kecil seperti di atas supaya bisa hemat baterai kamera saat hunting foto. Dengan begitu kita bisa semakin lama beraksi dan berwisata bisa diselesaikan dengan perasaan gembira dan bukan rasa kesal bin sebal bin bete. Kenangan indah selama disana bisa terekam lebih banyak untuk dikenang di kemudian hari.

Iya kan?

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post