10 Ciri Anda Fotografer Tulen Menurut PhotoDoto

Anda tahu apa ciri fotografer tulen? Terus terang akan rumit untuk membahas sebuah istilah dan membuatkan kriterianya. Pasti akan banyak perdebatan.

Bagaimanapun, kata fotografer saja sudah bisa menghasilkan perdebatan panjang tentang siapa yang pantas menyandangnya. Apalagi sekarang disandingkan dengan kata “tulen”.

Tetapi, Photodoto, sebuah website yang punya nama di jagad maya dan menjadi rujukan sebagai tempat untuk belajar fotografi kelas atas, pernah menuliskan beberapa ciri seorang fotografer tulen.

Pendirinya, John Watson pernah menuliskan ada 10 ciri Anda seorang fotografer. Cona cek kira-kira apakah Anda memang bisa disebut fotografer menurut standar ini.

(Aslinya ditulis dalam bahasa Inggris dan saya akan sandingkan dengan terjemahannya dan mungkin sedikit komentar disampingnya)

  1. 1 GB of memory lasts most people a month but barely lasts you the afternoon (Memori 1 Gb bagi banyak orang jarang habis selama sebulan, tetapi kamu bisa menghabiskannya dalam satu sore saja –> Yap, benar sekali apalagi kalau sedang memotret dengan RAW. Bisa lebih dari itu)
  2. You know what aperture-priority means (Kamu tahu arti dari Aperture Priority ==> Tentu saja!)
  3. You delete more photos in a week than most people make all year (Kamu menghapus lebih banyak foto dalam seminggu dibandingkan kebanyakan orang dalam satu tahun ==> Rasanya sih memang begitu, walau jarang membandingkan. Apalagi kalau dibandingkan istri saya)
  4. You need just one more lens (Kamu hanya butuh “satu” lensa lagi –> Siapa tidak begitu?)
  5. You’ve crawled on the ground to get a shot of something rusty (Kamu rela merangkak di atas tanah hanya untuk memotret sesuatu yang usang/berkarat ==> Ini mah kerjaan para fotografer makro )
  6. Your camera equipment is worth more than your car (Peralatan memotretmu nilainya lebih dari mobilmu ==> Yang ini tidaklah. Bisa ada PD III di rumah)
  7. No one else brings a camera to an event if they know you’re coming (Tidak akan ada orang lain yang membawa kamera ke sebuah even kalau mereka tahu kamu akan datang ==> Tahu saja. Begitulah adanya. Sudah nasib kali yah!)
  8. Your family doesn’t recognize you without a camera covering your face (Keluargamu tidak mengenalimu tanpa kamera di depan mukamu ==> Untung belum separah ini)
  9. You have thousands of pictures and you’re not in any of them (Kamu punya ribuan foto dan tidak satupun Anda ada di dalam foto-foto itu ==> Yah, memang sudah takdir. Kok tahu sih!)
  10. You’ve been up before dawn or out in the freezing cold or even done something semi-dangerous… all for a photograph (Kamu sudah bangun sebelum subuh atau berada di udara yang dingin atau melakukan hal-hal berbahaya.. semua untuk fotografi ==> Yang ini bakalan dilarang istri saya mah)

(Sumber : 10 ways to tell if you’re a photographer/Photodoto)

 

Antisipasi Pergerakan Obyek

Kriteria atau ciri fotografer tulen ini, jangan dipandang terlalu serius. Penulisnya sendiri sebenarnya memakai gayu bercanda untuk memperlihatkan tingkah laku kaum penggemar memotret ini.

Tentu saja, banyak yang pas dan diungkapkan secara filosofies, seperti :

No 4)  Kamu hanya butuh satu lensa lagi” ==> Menunjukkan bahwa fotografer itu memang akan selalu tergoda untuk menambah lagi dan lagi koleksi lensanya. Biasanya karena berpikir bahwa lensa itu akan menghasilkan foto yang lebih baik

atau

No 9) “Kamu punya ribuan foto, tetapi kamu tidak ada di dalamnya” ==> Tepat sekali karena mayoritas fotografer memang lebih menyukai beraksi di belakang kamera dibandingkan berada di depannya. Saya sendiri punya ribuan foto dan hampir tak ada figur saya di dalam foto-foto itu.

Banyak betulnya, tetapi tetap saja, kriteria fotografer tulen itu merupakan sesuatu yang subyektif. Anda bisa dan sangat boleh punya pandangan sendiri. Toh, memang tidak ada yang melarang.

Ciao!

Mohon bantu share

Anton Ardyanto

http://www.lovelybogor.com

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya

Related post